Senin, 10 November 2025

🚢‍♂️ Hidupku di Rumah Sakit: Jalan Terus, Demi Pasien dan Kesehatan

Setiap hari aku keliling rumah sakit, dari IGD, radiologi, ruang rawat inap, sampai ke ruang operasi.
Kalau ada pasien yang perlu dipindah, di situlah aku — dorong brankar, atur arah, kadang bantu pasang oksigen, kadang bantu keluarga pasien yang panik.

Capek? Jelas. Tapi anehnya, aku malah merasa lebih sehat sekarang. πŸ˜„

Awalnya aku nggak terlalu mikir soal “berapa langkah” yang aku ambil tiap hari. Tapi waktu iseng install aplikasi penghitung langkah, aku langsung kaget — ternyata jarak tempuhku bisa lebih dari 7 km per hari! Dalam sebulan bisa tembus 70 km-an. Jadi kalau dipikir, tiap bulan aku kayak jalan dari Nganjuk ke Surabaya πŸ˜†

Yang lucu, kadang temen kerja bilang,

> “Kamu nggak usah olahraga lagi, kerja aja udah kayak maraton!”



Dan ya, ada benarnya juga. Tiap hari aku jalan terus, bolak-balik lorong rumah sakit yang panjangnya kayak nggak ada ujungnya. Tapi di sisi lain, aku jadi jarang sakit, badan lebih ringan, dan tidur pun nyenyak.

Selain soal langkah, hal yang paling berkesan buatku adalah momen-momen kecil bareng pasien. Kadang aku bantu dorong pasien yang masih lemah banget, tapi beberapa hari kemudian aku lihat dia udah bisa jalan sendiri waktu pulang.
Rasanya… wah, susah dijelasin. Campur antara haru, senang, dan bangga. Kayak ikut jadi bagian kecil dari perjalanan mereka buat sembuh.

Setiap langkah yang aku ambil di lorong rumah sakit itu punya makna.
Bukan cuma buat jaga kesehatan, tapi juga buat bantu orang lain.

Sekarang, tiap kali lihat aplikasi jalan kaki yang nunjukin angka ribuan langkah, aku cuma bisa senyum sendiri.
Karena di balik angka itu, ada kerja keras, ada niat baik, dan ada semangat buat terus “jalan terus” — dalam arti sebenarnya maupun dalam hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar